Rahasia Jurus Selangkangan Besi

Rahasia Jurus Selangkangan Besi

Rahasia Jurus Selangkangan Besi – Master Kung Fu di Juntun , China , secara blak blakan memberitahu rahasia jurus selangkangan besi yang berhasil mengundang decap kagum para penontonya. Master Wang Liutai mengatakan bahwa tenaga dalam dan kinerja otot serta tulang berperan penting dalam melakukan teknik situs judi slot bet kecil ini.

Rahasia Jurus Selangkangan Besi

“Rahasianya adalah, melatih pernapasan untuk tenaga dalam, serta melatih otot dan tulang untuk meningkatkan kekuatan fisik,” terangnya.

Adapun teknik pernapasan yang ia maksud adalah qigong, salah satu elemen dari cabang kung fu Tongbeiquan yang dipraktikkan di desa Wang, Juntun, selama 3 abad terakhir. Teknik ini telah dilestarikan oleh warga desa di pinggir ibu kota kuno Luoyang tersebut.

Wang yang kini telah berusia 65 tahun situs slot terbaik mengaku jika dirinya telah berlatih teknik selangkangan besi selama hampir 50 tahun. Dan selama itu juga ia tidak pernah merasakan efek buruk.

“Bagian tubuh lain seperti leher, dada, punggung, serta perut, juga bisa dilatih untuk memperoleh kekuatan serupa,” ucapnya.

Ketika melihat jurus selangkangan besi di atas , tentu banyak orang yang mempertanyakan bagaimana rasanya ketika bagian selangkangan dihantam dengan benda yang sangat berat. Benda yang dimaksud berupa balok kayu yang memiliki ukuran sekitar 2 meter dengan bobot sekitar 40kg yang ujungnya adalah besi.

Balok tersebut diayunkan seseorang tepat menuju ke bagian selangkangan Wang , namun ia tak merasa sakit sedikitpun. Padahal balok kayu yang digunakan sangatlah kuat , bahkan mampu mematahkan potongan balok lainnya.

“Saat Anda berlatih kung fu selangkangan besi, selama Anda situs judi slot online berkeinginan kuat, Anda akan merasa hebat,” kata Wang yang mengepalai Akademi Seni Bela Diri Juntun.

Konon kabarnya , jurus selangkanan besi ini sudah diajarkan lebih dari 300 tahun dan dijaga rapat rapat kerahasiannya. Menurut sesama master kung fu Tang Xiaocheng (55), dulu ada sekitar 200 orang yang rutin berlatih bela diri di desa, tetapi kini tinggal 20 orang. Jumlah itu kian menurun hingga saat ini yang hanya menyisakana 5 orang saja.

Melihat peminatnya yang semakin berkurang , mereka akhirnya memutuskan untuk tampil ke publik dan memberitahu rahasia teknik ini.

Sebelumnya, warga desa tidak menggunakan balok kayu besar. Mereka hanya memakai tendangan, tinju, atau memukul alat vital dengan batu bata atau tongkat. Usaha yang dilakukan pun membuahkan hasil , kini sudah banyak peserta yang datang ke Akademi Seni Bela Diri Juntun untuk menguasai teknik ini.

“Saya berharap seni kung fu ini tidak berhenti di generasi saya,” pinta Master Wang yang memiliki 2 anak itu. Dengan metode yang tepat dan latihan rutin, tidak akan melukai dan tidak berpengaruh pada kesuburan, terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *